Mengenal 5 Alat Berat Utama di Pertambangan: Fungsi dan Perannya

Pengertian pesawat angkat dan angkut menurut permenaker no 8 tahun 2020 Pesawat Angkat adalah pesawat atau peralatan yang dibuat, dan di pasang untuk mengangkat, menurnankan, mengatur posisi dan/atau menahan benda kerja dan/atau muatan. Pesawat Angkut adalah pesawat atau peralatan yang dibuat dan dikonstruksi untuk memindahkan benda atau muatan, atau orang secara horisontal, vertikal,  diagonal, dengan menggunakan kemudi baik di dalam. 

Menurut permenaker no 8 tahun 2020 alat berat terdiri atas forklift, lifttruck, reach stackers, telehandler, hand lift/hand pallet, excavator, excavator grapple, backhoe, loader, dozer, traktor, grader, concrete paver, asphalt paver, asphalt sprayer, aspalt finisher, compactor roller/vibrator roller, dan peralatan  lain yang sejenis

Di industri tambang, alat berat pertambangan memegang peran vital dalam kelancaran operasi. Tanpa dukungan alat berat, proses pengupasan tanah, penggalian, pemuatan, hingga pengangkutan material tidak mungkin berjalan efisien dan aman.

Baik di tambang batubara, nikel, emas, maupun mineral lainnya, mesin-mesin besar seperti excavator, dump truck, bulldozer, wheel loader, dan drill rig selalu hadir di setiap tahapan operasi. Masing-masing memiliki fungsi khusus, namun saling terkait membentuk satu siklus kerja penambangan yang utuh.

Apa Itu Alat Berat?

Pengertian alat berat menurut para ahli :

Rochmanhadi (1986)  Menggambarkan alat berat sebagai mesin yang membantu manusia dalam pekerjaan konstruksi dan pertambangan skala besar untuk mencapai hasil lebih mudah dan cepat.

Syahputra (2020)  Alat berat adalah alat dalam Teknik Sipil untuk membantu pembangunan struktur, mempercepat, mempermudah, dan menghasilkan pekerjaan yang lebih baik, asalkan digunakan sesuai kondisi lapangan.

Michael Meyers Mendefinisikan alat berat sebagai peralatan yang dirancang untuk fungsi mekanis seperti penggalian, penanganan material, dan pembangunan infrastruktur dengan efisiensi tinggi, sesuai bukunya “Heavy Equipment Operations”. 

Secara umum, alat berat adalah mesin berukuran besar dan bertenaga tinggi yang esensial dalam proyek konstruksi, jalan, bangunan, pertambangan, dan perkebunan, bertujuan menggantikan atau mempercepat pekerjaan yang sulit dilakukan manusia.

Secara sederhana, alat berat pertambangan adalah mesin berukuran besar yang dirancang untuk:

  • Menggali atau memindahkan tanah dan batuan,
  • Memuat dan mengangkut material tambang,
  • Membantu proses pengeboran, peledakan, dan perataan area kerja,
  • Mendukung kegiatan pendukung seperti perbaikan jalan tambang dan pengelolaan area disposal.

Dibandingkan alat berat di proyek konstruksi biasa, alat berat di pertambangan umumnya:

  • Berukuran jauh lebih besar,
  • Bekerja dalam jam operasi panjang (bisa 16–24 jam per hari dengan sistem shift),
  • Beroperasi di medan berat dengan kondisi tanah, debu, dan cuaca yang menantang,
  • Menuntut sistem pemeliharaan dan keselamatan kerja (K3) yang lebih ketat.

Menurut para ahli teknik pertambangan dan literatur teknis, seperti yang dirumuskan oleh Rostiyanti (2008), mendefinisikan alat berat sebagai faktor penting dalam proyek besar untuk memudahkan pekerjaan manusia. Dari sekian banyak jenis alat yang ada, berikut 5 alat berat yang umum ditemukan diindustri pertambangan :

 

1. Alat Berat Excavator

Fungsi Utama Excavator di Pertambangan

Excavator adalah alat berat dengan lengan (boom & arm) dan bucket yang sangat fleksibel. Di industri pertambanan, alat excavator digunakan untuk:

  • Menggali lapisan tanah penutup (top soil dan overburden),
  • Menggali dan memuat bijih (ore) atau batubara,
  • Membentuk dan merapikan jenjang (bench) tambang,
  • Membantu pekerjaan pemuatan material ke dump truck.

Excavator menjadi salah satu alat berat pertambangan yang paling sering ditemui di front kerja (front loading).

Peran Excavator dalam Industri Tambang

Dalam produksi tambang:

  1. Material di area kerja (overburden atau ore) sudah dikendurkan terlebih dahulu, biasanya melalui proses drill & blast (pengeboran dan peledakan).
  2. Excavator masuk ke area tersebut untuk menggali dan memuat material ke dump truck.
  3. Excavator juga dapat digunakan untuk membersihkan area kerja, merapikan dinding tambang, dan membuat parit drainase sementara.

Kemampuan excavator untuk bergerak lincah dan menjangkau area sempit membuatnya sangat penting di tambang terbuka.

 

2. Alat Berat Dump Truck 

Fungsi Dump Truck di Area Tambang

Dump truck adalah alat berat pertambangan yang berfungsi sebagai:

  • Pengangkut overburden dari front dig ke disposal area (tempat pembuangan tanah penutup),
  • Pengangkut ore/batubara dari front ke stockpile, crusher, atau plant pengolahan,
  • Penghubung utama antara area produksi dan fasilitas pengolahan/pemrosesan.

Di tambang besar, kapasitas dump truck bisa mencapai puluhan hingga ratusan ton per muatan.

Peran Dump Truck dalam Produksi di Industri Tambang

Setelah excavator memuat material ke bak dump truck:

  1. Dump truck membawa material mengikuti rute jalan tambang yang telah ditentukan.
  2. Untuk overburden, material dibuang di area disposal yang direncanakan oleh tim mine planning.
  3. Untuk ore/batubara, material dibawa ke crusher, ROM (Run of Mine), atau stockpile sebagai bagian dari rantai pasok produksi.

Efisiensi pengangkutan dump truck berpengaruh besar pada target produksi harian. Jika jumlah armada kurang atau produktivitas menurun, volume produksi tambang ikut terganggu.

3. Alat Berat Bulldozer

Fungsi Bulldozer diindustri Pertambangan

Bulldozer adalah alat berat dengan blade (pisau dorong) di bagian depan yang digunakan untuk:

  • Mengupas tanah penutup tipis,
  • Meratakan dan membentuk jalan tambang (hauling road),
  • Menata dan merapikan area disposal,
  • Mendorong material (pushing) ke arah excavator atau ke hopper,
  • Membersihkan area kerja dari batuan lepas yang membahayakan.

Bulldozer termasuk alat berat pertambangan yang tidak pernah berhenti bekerja, karena hampir setiap hari ada kebutuhan perataan dan penataan area kerja.

Peran Bulldozer dalam Operasi Harian Tambang

Peran penting bulldozer di antaranya:

  • Membantu produktivitas loading: dengan mendorong material yang sudah diledakkan ke posisi yang lebih mudah dijangkau excavator (dozing & stockpiling).
  • Menjaga kualitas jalan tambang: jalan yang rata dan stabil mengurangi risiko terguling, memperpanjang umur ban dump truck, dan menghemat bahan bakar.
  • Menata disposal dan stockpile: agar stabil, tidak longsor, dan sesuai desain.

Tanpa bulldozer, front kerja dan jalan tambang akan cepat rusak dan mengganggu kelancaran produksi.

 

4. Alat Berat Wheel Loader

Fungsi Wheel Loader di Area Tambang

Wheel loader adalah alat berat dengan bucket di bagian depan yang dipasang pada lengan hidrolik, dan menggunakan roda karet (bukan track). Di pertambangan, wheel loader digunakan untuk:

  • Memuat material lepas (ore, batubara, crushed material) ke dump truck atau ke alat angkut lain,
  • Merapikan stockpile, menumpuk dan mengambil material,
  • Membantu pekerjaan blending di stockpile (mencampur material dari beberapa sumber untuk capai kualitas tertentu),
  • Pekerjaan pemeliharaan area kerja tambang atau plant.

Wheel loader biasanya beroperasi di stockpile, ROM pad, dan area pengolahan, bukan di front penggalian utama.

Peran Wheel Loader dalam Rantai Produksi

Wheel loader sangat penting untuk:

  • Menjaga kelancaran aliran material dari stockpile ke crusher atau conveyor,
  • Mendukung kegiatan loading cepat ketika dump truck membutuhkan muatan tambahan,
  • Menata material agar tidak menumpuk sembarangan, sehingga memudahkan pengontrolan kualitas dan volume.

Meski ukurannya umumnya lebih kecil dibanding excavator tambang, wheel loader punya fleksibilitas dan kecepatan manuver yang tinggi, sehingga ideal untuk pekerjaan pendek dan berpindah-pindah.

 

5. Alat Berat Drill Rig

Fungsi Drill Rig di Pertambangan

Drill rig (alat bor tambang) adalah alat berat yang berfungsi untuk:

  • Melakukan pengeboran lubang peledakan (blast hole) di area overburden dan ore,
  • Membuat lubang untuk pemasangan bahan peledak (explosive),
  • Membantu pekerjaan geoteknik atau eksplorasi (khusus tipe dan formasi tertentu).

Tanpa drill rig, proses peledakan tidak bisa dilakukan secara terencana dan efektif.

Peran Drill Rig dalam Proses Peledakan

Siklus kerja yang melibatkan drill rig:

  1. Perencanaan pola pemboran (drilling pattern) oleh tim perencanaan tambang dan engineer peledakan.
  2. Drill rig melakukan pengeboran lubang sesuai kedalaman dan diameter yang diinginkan.
  3. Lubang diisi bahan peledak oleh tim peledakan (blaster).
  4. Setelah peledakan, material menjadi lebih gembur dan siap digali oleh excavator.

Kualitas pemboran akan memengaruhi:

  • Hasil fragmentasi (ukuran pecahan batuan),
  • Kemudahan penggalian oleh excavator,
  • Efisiensi penggunaan bahan peledak.

Oleh karena itu, drill rig adalah salah satu alat berat pertambangan yang memegang peran “awal siklus” produksi.

Kelancaran operasi tambang sangat bergantung pada:

  • Ketersediaan alat (availability),
  • Kesiapan operator,
  • Perencanaan produksi yang tepat,
  • Penerapan disiplin K3 dan pemeliharaan yang baik.

Jika satu mata rantai terganggu (misalnya dump truck kurang, atau drill rig rusak lama), seluruh target produksi bisa terpengaruh.

 

Pentingnya Operator Terlatih dan Penerapan K3 pada Alat Berat Pertambangan

Dengan ukuran besar, daya angkut tinggi, dan bekerja di medan berat, alat berat pertambangan juga membawa risiko keselamatan yang tinggi jika:

  • Dioperasikan oleh orang yang belum kompeten,
  • Tidak dirawat dengan baik,
  • SOP K3 tidak dijalankan dengan disiplin.

Beberapa risiko utama di antaranya:

  • Terguling di jalan tambang yang curam atau licin,
  • Tabrakan antar alat berat atau dengan kendaraan kecil (light vehicle),
  • Kejadian tertimpa material saat proses loading & hauling,
  • Insiden saat maintenance di lapangan.

Karena itu, selain memahami fungsi dan perannya, perusahaan juga perlu memastikan:

  • Operator alat berat memiliki pelatihan dan sertifikasi yang sesuai,
  • Pengawas lapangan paham risiko dan mampu melakukan pengendalian,
  • Program pemeliharaan alat berjalan (daily check, servis berkala, inspeksi),
  • Budaya K3 menjadi bagian dari cara kerja sehari-hari di tambang.

Investasi di pelatihan operator alat berat pertambangan serta pelatihan K3 bukan hanya soal kepatuhan regulasi, tetapi juga:

  • Menekan angka kecelakaan,
  • Mengurangi kerusakan alat dan downtime,
  • Menjaga produktivitas produksi tambang,
  • Meningkatkan kepercayaan klien, pemegang saham, dan masyarakat sekitar.

 

Penutup

Alat berat pertambangan seperti excavator, dump truck, bulldozer, wheel loader, dan drill rig adalah lima pilar utama yang membuat operasi tambang bisa berjalan:

  • Excavator menggali dan memuat,
  • Dump truck mengangkut,
  • Bulldozer membuka dan merapikan medan,
  • Wheel loader mengelola material lepas di stockpile dan plant,
  • Drill rig memulai siklus dengan pengeboran untuk peledakan.

Memahami fungsi dan peran masing-masing alat bukan hanya penting bagi operator dan tim teknis, tetapi juga bagi manajemen, bagian K3, dan siapa pun yang terlibat dalam industri pertambangan.

perusahaan tambang dapat mencapai target produksi sekaligus menjaga keselamatan pekerja dan keberlanjutan operasi jangka panjang. Jika Anda bergerak di dunia pertambangan atau sedang mempersiapkan diri berkarya di sektor ini, memahami 5 alat berat utama di pertambangan adalah langkah awal yang penting dan akan semakin kuat bila didukung pelatihan teknis dan K3 yang terarah.